Senin, 09 Januari 2012

Assalamualaikum.


Assalamu’alaikum Wr. Wb. 
Ketika Allah SWT Mencintai Hambanya
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ- رَضِيَ اللهُ عَنْهُ- قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ : » إِنَّ اللهَ تَعَالَى قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ، وَلاَ يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَلَئِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِن اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيْذَنَُّّه « رواه البخاري
“Dari Abu Hurairah radhiallaahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wasallam bersabda: ‘ Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman: ‘barangsiapa yang memusuhi wali-Ku, maka sungguh! Aku telah mengumumkan perang terhadapnya. Dan tidaklah seorang hamba bertaqarrub (mendekatkan diri dengan beribadah) kepada-Ku dengan sesuatu, yang lebih Aku cintai daripada apa yang telah Ku-wajibkan kepadanya, dan senantiasalah hamba-Ku (konsisten) bertaqarrub kepada-Ku dengan amalan sunnah hingga Aku mencintainya; bila Aku telah mencintainya, maka Aku adalah pendengarannya yang digunakannya untuk mendengar, dan penglihatannya yang digunakannya untuk melihat dan tangannya yang digunakannya untuk memukul dan kakinya yang digunakannya untuk berjalan; jika dia meminta kepada-Ku niscaya Aku akan memberikannya, dan jika dia meminta perlindungan kepada-Ku niscaya Aku akan melindunginya”. (H.R.al-Bukhâriy)
Ungkapan : [Innallâha Ta’âla Qâla: Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman] ; ini merupakan salah satu redaksi Hadîts Qudsiy.
Ungkapan : [man ‘âdâ lî waliyyan: ‘barangsiapa yang memusuhi wali-Ku..] : terdapat variasi lafazh, diantaranya: “man âdzâ lî waliyyan” ; “man ahâna lî waliyyan faqad bârazanî bi al-Muhârabah” . Kata “al-Waliy” diambil dari kata al-Muwâlâh , makna asalnya adalah al-Qurb (dekat) sedangkan makna asal kata “al-Mu’âdâh” ( kata benda dari kata kerja ‘âdâ ) adalah al-Bu’d (jauh); Jadi, kata “al-Waliy” artinya orang yang dekat kepada Allah, melakukan keta’atan dan meninggalkan perbuatan maksiat.‎
Ungkapan : [faqad âdzantuhû bi al-Harb: maka sungguh! Aku telah mengumumkan perang terhadapnya] : yakni maka sungguh Aku telah memberitahukan kepadanya bahwa Aku akan memeranginya sebagaimana dia memerangi-Ku dengan cara memusuhi para wali-Ku.‎
Ungkapan : [wa mâ taqarraba ilayya ‘abdî bisyay-in ahabbu ilayya mimmaf taradltuhû ‘alaihi: Dan tidaklah seorang hamba bertaqarrub (mendekatkan diri dengan beribadah) kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang telah Ku-wajibkan kepadanya] : manakala Dia Ta’ala menyebutkan bahwa memusuhi para wali-Nya berarti memusuhi-Nya, maka Dia juga menyebutkan setelah itu kriteria-kriteria para wali-Nya yang haram dimusuhi dan wajib loyal terhadapnya (dijadikan wali); yaitu bahwa para wali Allah adalah orang-orang yang mendekatkan diri kepada-Nya dengan sarana yang dapat mendekatkan diri mereka kepada-Nya dimana sarana utamanya adalah melaksanakan farâ-idl (ibadah-ibadah wajib).‎
Ungkapan : [fa idzâ ahbabtuhû kuntu sam’ahu al-Ladzî yasma’u bihî, wa basharahu al-Ladzî yubshiru bihî, wa yadahu al-Latî yabthisyu bihâ wa rijlahu al-Latî yamsyî bihâ: bila Aku telah mencintainya, maka Aku adalah pendengarannya yang digunakannya untuk mendengar, dan penglihatannya yang digunakannya untuk melihat dan tangannya yang digunakannya untuk memukul dan kakinya yang digunakannya untuk berjalan] : maksudnya adalah bahwa barangsiapa yang bersungguh-sungguh dalam bertaqarrub kepada Allah dengan melaksanakan ibadah-ibadah wajib yang diembankan kepadanya, kemudian menambahnya dengan ibadah-ibadah sunnah, maka Allah akan mendekatkan dirinya kepada-Nya, meningkatkan derajat iman nya kepada derajat ihsân ; maka ketika itu, dia dalam beribadah kepada Allah menjadi selalu ber-murâqabah (menjadikan dirinya selalu di bawah pengawasan Allah) seakan-akan dia melihat-Nya. Karenanya pula, hatinya menjadi penuh oleh ma’rifat kepada Allah, mahabbah (mencintai)-Nya, mengagungkan-Nya, takut kepada-Nya, senang dekat dengan-Nya dan merindukan-Nya. Maka, jadilah orang yang sedemikian terisi ma’rifah kepada Allah di hatinya melihat-Nya dengan ‘ain bashîrah (pandangan batin)-nya; maka jika dia bicara, dia berbicara karena Allah, sesuai dengan yang diridlai oleh-Nya dan atas taufiq-Nya; jika mendengar, dia mendengar karena-Nya sesuai dengan yang diridlai-Nya dan atas taufiq-Nya; jika melihat, dia melihat karena-Nya sesuai dengan yang diridlai-Nya dan atas taufiqNya dan jika memukul/melakukan kekerasan, maka dia memukul/melakukan kekerasan karena-Nya dalam hal yang diridlai-Nya dan atas taufiq-Nya.‎
Ungkapan : [wa la-in sa-alanî la-u’thiannahû …: jika dia meminta kepadaKu niscaya Aku akan memberikannya, dan jika dia meminta perlindungan kepadaKu niscaya Aku akan melindunginya] : yakni bahwa orang yang dicintai dan dekat di sisi Allah memiliki kedudukan khusus yang konsekuensinya bila dia meminta sesuatu kepada-Nya, pasti akan Dia berikan untuknya; jika meminta perlindungan kepada-Nya dari sesuatu, pasti Dia melindungi dirinya darinya dan jika dia berdoa kepada-Nya, pasti Dia mengabulkannya; dengan demikian dia menjadi orang yang selalu terkabul doanya karena kemuliaan dirinya di sisi Allah.

Wallahu ’alam bisshowab.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.






Assalamu’alaikum Wr. Wb. 
Mulailah dengan Do’a
*****************************************
Dengan Asma Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Ya Allah, limpahkanlah salawat untuk Muhammad dan Keluarganya

Ya Allah, aku memulai pujian dengan memuji-Mu
Engkaulah pembenar atas kebenaran dengan karunia-Mu
Aku yakin bahwa Engkau Maha Penyayang dari segala yang penyayang pada (yang harus diberikan kepadanya) ampunan dan rahmat
Engkau Maha Dahsyat pembalasannya pada (yang harus diberikan kepadanya) pelajaran dan penyiksaan
Dan Engkau paling sombong pada saat (yang harus ditampakkan) kesombongan dan keagungan

Ya Allah, Engkau telah mengizinkanku untuk berdoa dan memohon pada-Mu
Maka dengarkanlah pujianku, Wahai Yang Mahamendengar
Kabulkanlah doa-doaku, Wahai Yang Mahakasih
Sedikitkanlah rintangan-rintanganku, Wahai Yang Mahapengampun

Betapa banyak kesusahan yang Kauhilangkan
Kerisauan yang Kausirnakan
Rintangan yang Kausingkirkan
Rahmat yang Kauterbarkan
Malapetaka yang Kauhindarkan

Segala puji bagi Allah,
Yang tak mengambil teman maupun anak
Yang tak mempunyai sekutu dalam kekuasaan
Yang tak mempunyai pembantu (untuk menjaga-Nya) dari kehinaan
Maka agungkanlah Dia dengan sepenuhnya

Segala puji bagi Allah dengan sepenuh pujian atas segala nikmat-Nya
Segala puji bagi Allah yang tak ada tandingan bagi-Nya dalam kekuasaan-Nya
Yang tak ada pembantah dalam urusan-Nya
Segala puji bagi Allah yang tak ada sekutu bagi-Nya dalam penciptaan-Nya
Yang tak ada bandingan bagi-Nya dalam kemuliaan-Nya
Segala puji bagi Allah
Tersiar urusan-Nya pada ciptaan-Nya
Terlahir pujian-Nya dengan kemuliaan
Berlimpah sanjungan-Nya dengan kedermawanan-Nya
Yang tak berkurang dan tak bertambah perbendaharaan-Nya
Karena sering memberi
Sesungguhnya Dia Maha Perkasa dan Pemberi

Ya Allah, aku memohon pada-Mu
Yang sedikit dari yang banyak
Dengan hajat yang besar kepadanya
Sedangkan Engkau tidak memerlukannya
Dan ia bagiku sangat banyak
Bagi-Mu sangat mudah dan gampang untuk memberi kepadaku

Ya Allah, sesungguhnya pengampunan-Mu atas dosaku
Pemberian maaf-Mu atas kesalahanku
Pengabaian-Mu dari kezalimanku
Penyembunyian-Mu atas perbuatan jelekku
Kesabaran-Mu atas banyaknya kedurhakaanku
Menjadikanku antusias untuk memohon kepada-Mu
Padahal itu tak pantas bagiku
Engkau yang telah memberikan rizki padaku dari rahmat-Mu
Engkau yang telah memperlihatkan padaku dari kekuasaan-Mu
Engkau yang telah memperkenankan padaku ijabah-Mu
Maka karena itu aku berdoa dan memohon pada-Mu dengan tenang dan yakin
Tidak dengan gentar dan takut kutunjukkan kepada-Mu
Terhadap apa yang kumaksudkan pada diriku
Jika lambat (terkabulnya doaku), aku salahkan Engkau karena kebodohanku
Padahal keterlambatan itulah yang mungkin lebih baik bagiku
Karena pengetahuan-Mu tentang kesudahan segala urusan

Maka aku belum pernah mendapatkan tuan yang lebih sabar dari-Mu
Dalam menghadapi hamba yang hina ini, Ya Rabbi
Engkau memanggilku, namun aku berpaling dari-Mu
Engkau tampakkan kecintaan padaku, namun aku tolak
Dan aku tampakkan kebencian pada-Mu
Seolah-olah Engkaul
ah yang mengharapkan sesuatu dariku
Seakan-akan aku memberikan nikmat kepada-Mu
Dan hal itu tak mencegah-Mu untuk memberikan rahmat kebaikan dan karunia bagiku
Dengan kedermawanan dan kemuliaan-Mu

Kasihanilah hamba-Mu yang dungu ini
Murahkanlah baginya keutamaan kebaikan-Mu
Sesungguhnya Engkau Mahadermawan dan Mahamulia

Segala puji bagi Allah, Pemilik Kerajaan
Yang menjalankan bahtera
Yang memerintahkan angin
Yang menerangkan pagi
Yang memberikan balasan
Tuhan semesta alam

Segala puji bagi Allah atas kesabaran-Nya
Segala puji bagi Allah atas maaf-Nya setelah kekuasaan-Nya
Segala puji bagi Allah atas sepanjang keluhan-Nya
Di saat kemarahan-Nya
Dia Mahakuasa atas apa yang diinginkan-Nya

Segala puji bagi Allah
Yang menciptakan makhluk-Nya
Yang melimpahkan rizki
Yang menjadikan pagi terang
Yang penuh kesabaran, kemurahan, karunia, dan nikmat
Yang jauh maka tak terlihat
Yang dekat maka rahasia apa pun disaksikan-Nya
Mahaberkat dan Mahatinggi

Segala puji bagi Allah
Yang tidak memiliki pembantah yang mengadili-Nya
Bandingan yang menyerupai-Nya
Pembantu yang menolong-Nya
Dengan kemuliaan-Nya, takluk segala yang perkasa
Dengan keagungan-Nya, tunduk segala yang agung
Dengan kekuasaan-Nya, Ia menggapai apa saja yang dikehendaki-Nya

Segala puji bagi Allah
Yang mengabulkan seruanku, di saat aku menyeru-Nya
Yang menutupi segala aibku, padahal aku mendurhakai-Nya
Namun Ia menambahkan nikmat-Nya padaku
Walaupun aku tidak memberi jasa kepada-Nya
Betapa banyak pemberian yang indah yang diberikan padaku
Bencana yang menakutkan yang dihindarkan dariku
Kecantikan yang memuaskan yang diperlihatkan kepadaku
Aku menyanjung-Nya sambil memuji
Aku mengingat-Nya sambil menyucikan-Nya

Segala puji bagi Allah, Yang tidak membuka tabir-Nya dan tidak mengunci gerbang-Nya
Yang tak menolak orang yang memohon kepada-Nya
Yang tidak menyia-nyiakan orang yang menaruh angan-angan kepada-Nya
Segala puji bagi Allah, Yang mengamankan orang-orang yang takut
Yang menyelamatkan orang-orang yang saleh
Yang mengangkat derajat kaum Mustadh'afin
Yang menundukkan kedudukan kaum Mustakbirin
Yang menghancurkan kerajaan-kerajaan
Yang memberikan kekuasaan kepada kaum yang lain

Segala puji bagi Allah, Yang membinasakan para penguasa
Yang menghancurkan para penganiaya
Yang mengetahui para pengecut
Yang menyiksa kaum zalim
Yang menolong mereka yang memohon pertolongan
Tempat hajat para pemohon, tempat sandaran kaum mukmin
Segala puji bagi Allah, karena takut pada-Nya
Bergemuruh langit beserta para penduduknya
Bergoncang bumi beserta penghuninya
Bergelombang laut beserta orang-orang yang berenang dalam keganasan ombaknya

Segala puji bagi Allah, Yang telah memimpin kami sampai ke sini
Dan tidaklah kami mendapatkan pemimpin, sekiranya Allah tidak memimpin kami
Segala puji bagi Allah, Yang menciptakan dan tidak diciptakan
Yang memberi rizki dan tidak diberi rizki
Yang memberi makan dan tidak diberi makan
Yang mematikan yang hidup dan menghidupkan yang mati
Dan Dia hidup takkan mati
Pada tangan-Nyalah setiap kebaikan dan Dia mahakuasa atas segala sesuatu

Ya Allah, limpahkanlah sejahtera pada Muhammad, hamba-Mu dan rasul-Mu
Kepercayaan-Mu dan pilihan-Mu, kekasih-Mu
Paling baiknya makhluk-Mu, penjaga rahasia-Mu, penyampai risalah-Mu
Paling utamanya sejahtera, paling indah dan sempurnanya
Paling bersih dan jernihnya, paling harum dan sucinya
Paling banyaknya dari apa yang telah Engkau limpahkan
Berupa salawat, barokah, rahmat, keselamatan, dan pujian
Salam sejahtera pada rasul pilihan-Mu
Orang-orang yang mulia dari hamba-Mu

Ya Allah, limpahkan pula sejahtera pada Amirul Mukminin, Imam Ali as
Washi rasul sekalian alam, hamba-Mu dan wali-Mu, saudara rasul-Mu
Hujjah-Mu pada seluruh makhluk
Tanda kekuasaan-Mu yang besar, berita yang besar
Begitu juga pada hamba-Mu, yang benar dan suci, Fathimah Azzahra as, penghulu seluruh wanita
Limpahkan juga rahmat pada dua cucu Nabi-Mu, Al-Hasan dan Al-Husain as,
Penghulu pemuda surga
Dan limpahkan juga rahmat pada para pemimpin kaum muslim;
Ali bin Husain as, Muhammad bin Ali as, Jakfar bin Muhammad as
Musa bin Jakfar as, Ali bin Musa as, Muhammad bin Ali as
Ali bin Muhammad as, Hasan bin Ali as
Dan Al-Mahdi as, sang pemberi petunjuk
Para hujjah-Mu atas hamba-hamba-Mu, para penyelamat di atas bumi
Dengan kesejahteraan yang banyak dan berterusan

Ya Allah, limpahkan kesejahteraan atas wali-Mu; Al-Qa'im yang diharapkan
Juru adil yang ditungu-tunggu
Liputilah dia dengan malaikat dekat-Mu dan kuatkanlah dengan Ruh Qudus
Wahai Tuhan sekalian alam

Ya Allah, jadikanlah dia orang yang mengajak pada kitab-Mu, yang menegakkan agama-Mu
Jadikanlah ia khalifah di atas muka bumi sebagaimana Engkau telah menjadikan khalifah orang-orang yang sebelumnya
Kuatkan baginya agama yang telah Engkau ridai
Gantikanlah ketakutannya dengan keamanan
Sehingga dia menyembah-Mu dan tidak menjadikan sekutu bagi-Mu

Ya Allah, muliakanlah dia dan muliakan agama ini dengannya
Menangkanlah dia dan menangkanlah agama ini dengannya
Dan jadikanlah untuknya kerajaan yang jaya

Ya Allah, unggulkanlah dengannya agama-Mu dan sunnah Nabi-Mu
Sehingga tidak samar lagi sesuatu pun dari kebenaran
Karena kekhawatiran salah seorang makhluk-Mu

Ya Allah, kami mengharap pada-Mu suatu negara yang makmur
Yang memuliakan Islam dan penganutnya; menghinakan kaum munafik
Dan menjadikan kami para penyeru untuk taat kepada-Mu, pemandu menuju jalan-Mu
Dan Engkau rizkikan kepada kami kemuliaan dunia dan akhirat

Ya Allah, apa yang telah Engkau perkenalkan kepada kami dari kebenaran
Maka kuatkan kami memikulnya
Dan apa yang tidak kami ketahui, maka sampaikanlah kami kepadanya

Ya Allah, dengan berkahnya Imam Mahdi as, satukanlah ketidakteraturan kami
Jauhkanlah perpecahan kami, eratkanlah persahabatan kami
Perbanyaklah jumlah kami yang sedikit
Muliakanlah kehinaan kami, cukupkanlah kekurangan kami
Lunasilah hutang-hutang kami, tutupilah kefakiran kami
Tutupilah kesusahan kami, mudahkanlah kesulitan kami
Putihkanlah wajah-wajah kami, bebaskan tawanan-tawanan kami
Tunaikanlah hajat-hajat kami, penuhilah apa-apa yang dijanjikan pada kami
Kabulkanlah doa-doa kami, berilah permintaan kami
Sampaikanlah harapan dunia dan akhirat kami
Berilah kepada kami lebih dari apa yang kami inginkan

Wahai sebaik-baik Yang diminta, seluas-luas Pemberi
Sembuhkanlah dada-dada kami dan padamkanlah gejolak hati-hati kami
Berilah kami petunjuk terhadap apa yang diperselisihkan dari kebenaran dengan izin-Mu
Sesungguhnya Engkau memberi petunjuk pada yang dikehendaki pada jalan yang lurus
Dan menangkan kami atas musuh-musuh-Mu dan musuh-musuh kami
Wahai Tuhan kebenaran, Amin

Ya Allah, kami mengadu kepada-Mu atas ketiadaan Nabi kami
Limpahkan selamat dan sejahtera atas beliau dan keluarganya
Kegaiban pemimpin kami, banyaknya musuh-musuh kami
Sedikitnya jumlah kami, dahsyatnya fitnah ke atas kami
Dan kerusakan zaman kami

Maka limpahkanlah salawat pada Muhammad dan keluarganya
Dan bantulah kami dengan kemenangan yang segera dari-Mu
Bahaya yang Engkau singkirkan, kerajaan kebenaran yang Engkau tampakkan
Rahmat dari-Mu yang Engkau muliakan kami, keselamatan yang Engkau kenakan pada kami
Dengan rahmat-Mu, Wahai Yang Mahapengasih dari segala yang mengasihi
Amin

Wallahu ’alam bisshowab.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Siapa Saya ; Siapa Anda ? ?
Sadarkah siapa kita ? Tahukah siapa dia ?  ada beberapa ciri untuk mngetahui hal tersebut.  Berikut catatan dari eramuslim. Ciri dari kebahagiaan dan kemenangan seorang hamba ialah : Bila ilmu pengetahuannya bertambah, bertambah pula kerendahan hati dan kasih sayangnya. Setiap bertambah amal-amal shalih yang dilakukannya, bertambah pula rasa takut dan kehati-hatiannya dalam menjalankan perintah Allah. Semakin bertambah usianya, semakin berkuranglah ambisi-ambisi keduniaannya. Ketika bertambah hartanya, bertambah pula kedermawanan dan pemberiannya pada sesama. Jika bertambah tinggi kemampuan dan kedudukannya, bertambahlah kedekatannya pada manusia dan semakin rendah hati pada mereka.
            Ciri dari kerugian dan celakanya seseorang hamba ialah : Jika bertambah ilmu pengetahuannya, bertambah kesombongannya. Setiap bertambah amalnya, bertambah kebanggaannya pada diri sendiri dan penghinaannya pada orang lain. Bila semakin bertambah kemampuan dan kedudukannya semakin bertambah pula kesombongannya. (Ibnul Qayyim, Al Fawaid).  Naudzubillah.
Bagaimana jiwa kita saat membaca nasihat dari Ibnul Qayyim di atas ?
Bilakah kita berada dalam daftar orang-orang yang berbahagia dan menang? Atau, rugi? Rahasia tentu nya, yang tahu cuma Anda dan Allah Swt.  Dan berdasarkan penilaian dari teman selingkungan anda.  Semoga Allah swt membimbing hati dan langkah kita untuk sadar dan tetap memiliki karakter orang-orang yang berbahagia dan menang. Semoga Allah menjauhkan hati dan langkah kita dari karakter orang-orang yang terpedaya oleh ilmu, amal dan kemampuannya. Amiin.

Di antara manfaat lain yang bisa kita petik dari petuah Ibnul Qayyim itu adalah, kedalaman ilmunya tentang lintasan dan perasaan-perasaan jiwa. Ibnul Qayyim yang banyak berguru pada Imam Ibnu Taimiyyah itu, banyak mengeluarkan nasihat-nasihat yang maknanya sangat dalam dan menyentuh tentang jiwa.

Mengenali diri memang penting. “Man arafa nafsahu, arofa Rabbahu,” orang yang mengenal dirinya, akan mengenal Tuhannya. Begitu kata Ali radhiallahu anhu.
Rasulullah saw juga mengajarkan kita untuk lebih banyak bercermin dan mengevaluasi diri sendiri, ketimbang bercermin dan mengevaluasi orang lain. Orang yang sibuk oleh aib dan kekurangannya, kata Rasulullah lebih beruntung, ketimbang orang yang sibuk dengan kekurangan orang lain. Lebih baik menularkan kebaikan daripada menularkan keburukan.
Dan memang, manfaat menjalani nasihat Rasulullah ini adalah seperti dikatakan oleh Ibnul Qayyim,Barangsiapa yang mengenal dirinya, ia akan sibuk untuk memperbaiki diri daripada sibuk mencari-cari aib dan kesalahan orang lain.”
Genggam erat-erat tali keimanan kita,

Kenalilah diri. Pahami kebiasaannya. Rasakan setiap getarannya. Lalu berhati-hati dan kontrollah kemauan dan kecenderungannya. Waspadai kekurangannya dan manfaatkan kelebihannya. Berdoalah pada Allah agar Ia menyingkapkan ilmu-Nya tentang diri kita.
Sebagaimana senandung do’a yang dilantunkan Yusuf bin Asbath, murid Sofyan Ats Tsauri, “Allahumma arrifnii nafsii….” ” Ya Allah kenalkanlah aku dengan diriku sendiri .” Jangan sampai terpedaya oleh diri sendiri.  Karena sama saja dengan mempermalukan diri sendiri kepada orang banyak.  Tidak semua orang sempurna dengan kebaikan atau keburukan.  Suatu hal yang tidak munafiq, untuk memungkirinya.   Tapi berbenahlah diri, kikislah keburukan itu dengan melakukan kebaikan.  Memandang orang itu karena baik nya, lihat dan ambil baiknya itu, tak perlu salahnya.  Dengan itu anda akan sedikit mengerti arti dari bekerjasama.  Lalu berdo’alah untuknya untuk diperbaiki apa salahnya.  
Semoga kita bisa berlaku seperti do’a diatas.  Amiin.
Wallahu ’alam bisshowab.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.



Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Syukur itu Indah ; Bagaimana dengan yang tidak ?
Sang Pencipta dan Pemberi rezeki Yang Maha Mulia, sering mendapat keluhan dan ketidak syukuran dari orang-orang yang tak bersyukur.  Sudah diberi, sudah menerima, sudah di tolong, dan sudah – sudah lainnya dilewatkan tanpa di syukuri.   Masyaallah !
Maka, apalagi kita yang selalu ” menge`les ”  ( mengelak ) dengan kalimat ”  ya, namanya juga manusia ”.
Dalam hidup ini, terutama jika Anda adalah seseorang yang ingin memberi, memperbaiki, mencontohi, menabung amal, dan berusaha membangun akhirat, maka  sudah pasti Anda akan selalu menjumpai kritikan-kritikan yang pahit.  Mungkin pula, sesekali Anda akan mendapat cemoohan, hinaan dan diremehkan orang lain.  Seakan – akan mereka tidak akan pernah diam mengkritik Anda sebelum Anda masuk ke dalam liang bumi, menaiki tangga ke langit, dan segala cara agar Anda ”pergi”dari mereka. Adapun bila Anda masih berada di tengah-tengah mereka, maka akan selalu ada saja yang mereka soroti dari Anda.  Hingga sirik nya perbuatan mereka bisa membuat Anda bersedih dan meneteskan air mata, tanpa terfikirkan oleh mereka akan dosa.

Orang yang duduk di atas tanah tak akan pernah jatuh, dan manusia tidak akan pernah bisa menendang gunung. Adapun mereka, marah dan kesal kepada Anda adalah karena mungkin Anda mengungguli mereka dalam hal keilmuan, tindak tanduk, harta, jabatan.  Bisa juga karena kebaikan, amal, iman atau kesucian diri. Jelasnya, Anda di mata mereka malah menjadi orang berdosa hingga Anda harus kehilangan semua nikmat – nikmat dan karunia Allah swt tersebut.  

Lalu bagaimana solusi nya ?

Yah, Keteguhan dan nilai luhur Andalah penentunya.  Sifat – sifat terpuji Anda lah yang bisa meredam keinginan Anda ingin membalas. 
Hati – hati karena dalam sekejab Anda bisa jatuh dan menjadi orang yang bodoh jika menuruti nafsu dengki dari mereka.  
Nikmat Allah swt hanya akan terasa kepada orang – orang yang sabar, syukur dan beriman.  Yakinlah, Allah Maha Mengetahui, Allah Maha Adil.  Allah swt menghendaki kebaikan kepada semua hambanya.  Kebenaran akan selalu tegak pada waktunya.

Sebaliknya, Nikmat Allah swt tidak dihargai atau hanya akan di kufuri oleh orang – orang yang punya komplikasi penyakit hati.  Tidak suka melihat orang mendapat rezeki, naik jabatan, ilmu, prestasi, suka berbagi dengan sesama ( beramal ), sholat dsb.  Sehingga muncul sifat ingin menjatuhkan teman sendiri, senang melihat ketika orang kesusahan, pergi bila orang meminta bantuan, berkata pahit untuk menyakiti, sampai – sampai adu simpati kepada atasan.
Itulah orang yang menjadi budak syetan.
Berbuat dan bersikaplah selayaknya sebagai hamba Allah swt.  Lihat batu cadas; tetap kokoh berdiri meski diterpa butiran – butiran salju yang menderanya setiap saat, dan ia justru semakin kokoh karenanya.   Artinya, jika Anda merasa terusik dan terpengaruh oleh kritikan atau rayuan syetan, tetaplah kepada sifat – sifat terpuji yang di ajarkan.  Jangan menjadi hamba yang ingkar.  Ingat kisah para nabi ?  yang selamat hanyalah orang yang taat karena Allah swt, orang – orang yang berpegang teguh pada tali agama Allah.  Bagi orang yang ingkar, juga mendapat balasannya yakni binasa.
Sebagaimana firman Allah swt,
{Katakanlah (kepada mereka): "Matilah kamu karena kemarahanmu itu."}
(QS. Ali 'Imran: 119)
Cukuplah ayat di atas sebagai nasihat buat kita.  Maafkan orang – orang yang bersalah kepada Anda.  Syukuri dan hargai nikmat Allah yang telah Anda dapatkan.  Lihatlah kebawah jika Anda memandang dunia.  Lihatlah keatas jika Anda memandang akhirat.  Bersihkan hati Anda dengan mengingat perintah Allah swt.  Jadilah seorang hamba yang menang dengan mengalahkan hawa nafsu sendiri.  Orang yang pandai bersyukur adalah orang yang kaya.  Orang yang tak pandai bersyukur adalah orang yang miskin bahkan mendustai nikmat, karunia Allah swt.  Tetaplah Anda di jalan kebenaran Allah swt, Allah akan menolong setiap hambanya yang akan diperdaya.  Banyak malaikat yang menyayangi dan menjaga diri Anda karena memperteguhkan Yang Haq.
Don’t be sad --     :-)
..... La Tahzan .....
Wallahu ’alam bisshowab.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb








Assalamu’alaikum Wr. Wb.

- Islam sebagai Dienul Haq -
Dua Hal Setelah Mengenal Allah

Tak ada sesuatu yang lebih mulia bagi seseorang
      setelah mengenal Allah daripada dua hal
 Pertama, mengetahui hal-hal yang dibenci dan dilarang Allah.
    
kedua, mengetahui hal-hal yang dicintai Allah.

 Ketahuilah...
       perbuatan paling utama untuk mendapat ridha Allah
  adalah dengan menjauhi hal-hal yang dibenci-Nya,
       kemudian melaksanakan hal-hal yang dicintai dan disukai-Nya.

  (Al-Harits Al-Muhasabi)
Umumnya seseorang diketahui sebagai seorang muslim, apabila ia melaksanakan shalat atau ketika diajak berbicara. Hanya dalam beberapa kalangan atau kawasan saja secara lahiriah tampak sebagai muslim, sebab perempuan-perempuan mereka berkerudung ( Jilbab )  misalnya.
Tetapi sayangnya, sebagian dari kita ada yang tidak menyadari atau belum paham untuk menjalankan syari’at atau aturan dari islam sebenarnya.  Ini terbukti dengan gaya hidup mereka yang dilihat secara lahiriyah masih ada saja kesamaan dengan gaya hidup orang-orang yang nonMuslim. Misalnya dalam masalah makan minum dengan berdiri dan dengan tangan kiri kaum Muslim masih banyak yang ikut-ikutan berbuat demikian pada acara-acara resmi, padahal makan dan minum dengan tangan kiri atau berdiri bukan etika Islami. Sementara kalau melihat kaum wanita di jalan-jalan, sulit dibedakan antara seorang muslimah dengan non-muslimah, sebab rambut sama-sama terlihat, betis sama-sama terbuka, sama-sama menor dalam bersolek bahkan sama-sama berpakaian ketat. Yang mana semuanya dilarang dalam Islam.
Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, pasti mengimani dan meyakini bahwa hanya Islam sajalah yang terbaik dan benar, sebagai pedoman beribadah dan pedoman hidup didunia. Sebab ia meyakini bahwa segala yang dikatakan Allah dan RasulNya pasti benar dan baik.
Allah berfirman:
Sesungguhnya agama (yang ada) di sisi Allah adalah Islam.” (Ali Imran: 19)
Berkaitan dengan ayat ini, Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan bahwa ayat tersebut merupakan berita dari Allah Subhannahu wa Ta'ala bahwa tidak ada agama apapun yang diterima di sisi Allah, kecuali Islam. Sedangkan Islam ialah ittiba’ (mengikuti) rasul-rasul Allah yang diutus untuk tiap-tiap masa, sampai akhirnya ditutup dengan rasul terakhir Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam. Sehingga jalan menuju Allah tertutup kecuali melalui jalan Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam. Karenanya, siapa yang menghadap Allah Subhannahu wa Ta'ala setelah diutusnya Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam dengan menggunakan agama yang tidak berdasarkan syariat beliau, maka tidak akan diterima. Seperti halnya firman Allah pada ayat yang lain:
Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Ali Imran: 85).
Demikian pula pada ayat di atas Allah memberitahukan tentang pembatasan agama yang diterima di sisiNya, hanyalah Islam. Dengan kata lain, bahwa selain Islam adalah agama yang batil. Tidak akan membawa kebaikan dunia dan tidak pula akhirat. Sebab agama selain Islam, tidak diakui dan tidak dibenarkan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala sebagai pedoman, baik dalam hal ibadah maupun mu’amalah-mu’amalah duniawi.
Bukankah hanya Allah Subhannahu wa Ta'ala sendiri Yang Maha Mengetahui dengan cara apa dan pedoman bagaimana, manusia akan mendapat maslahat hidupnya? Bukankah Dzat Yang Maha Pencipta, yang lebih mengetahui tentang apa-apa yang diciptakanNya? Dua ayat di atas menunjukkan hal ini semuanya. Dan kenyataan ini masih ditunjang dengan bukti-bukti lain, yang paling utama di antaranya adalah Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala :
Hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu. Dan telah Aku sempurnakan nikmatKu untukmu dan Aku telah ridlai Islam sebagai agamamu.” (Al-Maidah: 3).
Dalam kaitannya dengan hal ini seorang tokoh ulama’ dari Yordania yaitu Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid mengatakan dalam kitabnya Ilmu Usulil Bida’ bahwa ayat yang mulia ini membuktikan betapa syariat Islam telah sempurna dan betapa syariat itu telah cukup untuk memenuhi segala kebutuhan makhluk, jin dan manusia dalam melaksanakan yaitu ibadah, seperti firman Allah:
Dan Aku tidak menciptakan jin, dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepadaKu.” (Adz Dzari’at: 56).
Artinya kebenaran Islam adalah kebenaran paripurna, kebenaran menyeluruh dan merupakan kebenaran yang betul-betul merupakan nikmat Allah yang luar biasa. Betapa tidak, sebab apapun kebutuhan manusia dalam rangka pengabdian dan peribadatannya kepada penciptanya sudah tertuang dan tercukupi dalam Islam. Sesungguhnya manusia tidak membutuhkan lagi petunjuk-petunjuk lain, kecuali Islam.
Seorang pembaharu abad XII Hijriah, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab memberikan konsep renungan kepada kita sebagai berikut:
Konsep yang Pertama; Seorang muslim harus merenung dan memahami bahwa ia diciptakan, diberi rizki dan tidak dibiarkan . Itulah sebabnya Allah mengutus rasulNya ketengah-tengah manusia. Tidak lain untuk membimbing mereka. Artinya ia, hidup dan ada di muka bumi karena diciptakan Allah, ia diberi berbagai fasilllitas, rizki yang lengkap, mulai dari kebutuhan oksigen untuk bernafas sampai rumah sebagai tempat berteduh dan lain-lainnya sampai hal-hal yang di luar kesadaran manusia. Semua itu bukan untuk hal yang sia-sia. Di dalam Al-Qur’an Allah menerangkan:
Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami mencipta-kan kamu secara main-main saja, dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?. Maka Maha Tinggi Allah, Raja yang sebenarnya; tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia.” (Al-Mukminuun: 115-116).
Karena manusia tidak seperti binatang, yaitu tidak dibiarkan bebas sia-sia, tidak diabaikan dan tanpa aturan, maka Allah menghendaki aturan untuk manusia. Tentu hanya Allah yang mengetahui aturan paling tepat dan membawa maslahat buat manusia, sebab Dia-lah pencipta manusia dan segenap makhluk lainnya.
Aturan itu adalah yang dibawa oleh Muhammad Rasul yang diutusNya untuk kepentingan ini. Aturan itu adalah aturan yang menata kehidupan manusia agar selamat di dunia dan di akhirat kelak. Konsekwensinya, siapa yang taat kepada rasul-Nya, maka ia akan selamat dan masuk Surga. Sebuah kesuksesan masa depan yang gemilang, yang didambakan oleh setiap insan yang berakal sehat dan berfikiran normal.
Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:
كُلُّ أُمَّتِيْ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ إِلاَّ مَنْ أَبَى، قَالُوْا: يَا َرُسْولَ اللهِ وَمَنْ يَأْبَى: قَالَ: مَنْ أَطَاعَنِيْ دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِيْ فَقَدْ أَبَى. (رواه البخاري).
Tiap-tiap ummatku masuk Surga kecuali yang menolak. Ditanyakan kepada beliau: “Siapa yang menolak ya Rasululllah?” Beliau menjawab: “Siapa yang taat kepadaku ia akan masuk Surga dan siapa yang durhaka kepadaku maka ia telah menolak”. (HR. Al-Bukhari).
Konsep yang kedua: Seorang muslim harus memahami bahwa Allah tidak ridla, jika dalam peribadatan kepadaNya, Dia disekutukan dengan selainNya. Sekalipun Malaikat yang dekat denganNya ataupun Nabi utusanNya, sebagaimana firmanNya:
Dan sesungguhnya masjid-masjid adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun didalamnya disamping (menyembah ) Allah..” (Al-Jin: 18)
Konsep yang ketiga: Jika sudah menjadi orang yang taat kepada Rasul Allah, dan bertauhid kepada Allah, maka konsekwensi berikutnya yang harus dipahami adalah prinsip Wala’ dan Bara’. Artinya loyalitasnya hanya diberikan kepada Allah dan RasulNya dan orang-orang yang beriman. Sebaliknya ia tidak memberikan kecintaan dan kasih sayangnya kepada siapapun yang menentang Allah dan RasulNya, sekalipun kerabat terdekatnya.
Segala sesuatu datang dari Allah swt, dan akan kembali kepada Allah swt.  Allah swt.  Tuhan semesta alam, Maha Pencipta dengan segala kebesaranNya.
Ya Muqollibul qulub, tsaabit qolbi ala dinika.   ”  Ya Allah Yang Maha Membalikkan hati, Tetapkanlah hati ini pada Dienul Haq, ( Dienul Islam ).
Amiin.

Wallahu ’alam bisshowab.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.












Assalamu’alaikum Wr. Wb.
- Realita Imbas Budaya Terhadap Islam -
Umat Islam adalah golongan pertama yang ingin mempertahan-kan aqidah dan akhlaq dirinya, anak-anaknya dan keluarga muslimnya, di bumi zaman sekarang ini ibarat orang yang sedang dalam keadaan menghindar dari serangan musuh. Harus mencari tempat perlindungan yang sekira-nya aman dari aneka “peluru” yang ditembakkan.
Ungkapan ini wajar jika Anda menganggapnya hiperbola, tetapi justru secara kenyataan adalah nyata. Buktinya, bukan hanya suara ulama’ yang tak didengar, namun Kalamullah pun sudah banyak tidak didengar. Sehingga, suara penyayi, pelawak, tukang iklan dan sebagainya lebih dihafal oleh masyarakat sekarang ini daripada firman – firman Allah swt.  Pencipta kita.. Fa nastaghfirulaahal ‘adhim.  Ada lagi masyarakat yang jauh lebih meng-unggulkan pelawak daripada ulama’. Lebih menyanjung penyanyi dan penjoget daripada ustadz ataupun kiyai. Lebih menghargai bintang film daripada guru ngaji. Dan lebih meniru penjoget daripada imam masjid dan khatib.  Dunia telah terbalik !
Muslim yang awam akan justru menikmati aneka tayangan yang sebenarnya merusak akhlaq dan aqidah mereka dengan senang hati. Mereka beranggapan, apa-apa yang ditayangkan itu sudah lewat sensor, sudah ada yang bertanggung jawab, berarti boleh-boleh saja. Sehingga mereka tidak merasa risih apalagi bersalah. Hingga mereka justru mempersiap-kan aneka makanan kecil untuk dinikmati sambil menonton tayangan-tayangan yang merusak namun dianggap nikmat itu. Sehingga mereka pun terbentuk jiwanya menjadi penggemar tayangan-tayangan itu, dan ingin mempraktekkannya dalam kehidupan. Tanpa disarari mereka secara bersama-sama dengan yang lain telah jauh dari agamanya.
Sebagian dari mereka berangan-angan, betapa hebatnya jikalau dirinya atau anak-anaknya menjadi pelaku-pelaku yang ditayangkan itu. Entah itu hanya jadi pemain figur ( latar ) atau berperan apa saja, yang penting bisa tampil. Syukur-syukur bisa jadi bintang top yang mendapat bayaran besar. Mereka tidak lagi memikir tentang akhlaq, apalagi aqidah. Yang penting adalah hidup senang, banyak duit, dan serba mewah, kalau bisa agar terkenal. Untuk mencapai ke “derajat” itu, mereka berani mengorbankan segalanya termasuk apa yang dimiliki nya. Ini sudah bukan rahasia lagi bagi orang yang tahu tentang itu. Na’udzu billah tsumma na’udzu billah.
Dunia Islam seakan menangis menghadapi gelombang dahhsyat itu. Bukan hanya di Indonesia, namun di negara-negara lain pun dilanda gelombang dahsyat yang amat merusak ini.   ” Gelombang Dahsyat ” yakni budaya jahiliyah yang disebarkan lewat aneka media massa, terutama televisi, VCD/ CD, radio, Internet, majalah, tabloid, koran,dan buku-buku yang merusak akhlak. Dampak dari itu semua adalah merosotnya akhlak dan kesalahan yang sangat mengerikan yang dirancang untuk menabrak norma-norma masyarakat.
Gelombang itu pada hakekatnya lebih ganas dibanding senjata-senjata nuklir yang sering dipersoalkan secara internasional. Hanya saja gelombang dahsyat itu karena sasarannya merusak akhlaq dan aqidah, sedang yang paling menjunjung tinggi akhlaq dan aqidah itu adalah Islam, maka yang paling prihatin dan menjadi sasaran adalah ummat Islam. Hingga, sekalipun gelombang dahsyat itu telah melanda seluruh dunia, namun pembicaraan hanya sampai pada tarap keluhan para ulama dan Muslimin yang teguh imannya, serta sebagian ilmuwan yang obyektif.
Hal itu dikuatkan oleh sarjana-sarjana psikologi bahwa berlebihan dalam menonton program-program televisi dan film mengakibatkan kegoncangan jiwa dan cenderung kepada sifat dendam dan merasa puas dengan nilai-nilai yang menyimpang. (Thibah Al-Yahya, Bashmat ‘alaa waladi/ tanda-tanda atas anakku, Darul Wathan, Riyadh, cetakan II, 1412H, hal 28).
Film – film yang tidak mendidik, lebih banyak mencontohkan kekerasan yang menganjurkan untuk balas dendam, perkelahian, musuh, tawuran, memaksa,  brutal dan tindak kriminal lainnya  Kalimat – kalimat berkonotasi negatif dan beragam contoh busana seksi beserta trend menor nya.  Bagi para perusak akhlak, mereka tetap gentar dalam misinya menggencarkan program-program dengan lebih dahsyat lagi dan lebih meluas lagi jangkauannya, melalui produksi VCD dan CD yang ditonton oleh masyarakat, dari anak-anak sampai kakek- nenek, di rumah masing-masing. Gambar-gambar yang merusak agama itu bisa disewa di pinggir-pinggir jalan atau dibeli di kaki lima dengan harga murah.
Tayangan-tayangan televisi dan lainnya telah mengakibatkan berubahnya masyarakat secara drastis. Dari berakhlaq mulia dan tinggi menjadi masyarakat tak punya filter lagi. Tidak tahu mana yang ma’ruf (baik) dan mana yang munkar (jelek dan dilarang). Bahkan dalam praktek sering mengutamakan yang jelek dan terlarang daripada yang mendidik dan bernuansa dakwah.  Berarti manusia ini telah merubah keadaan dirinya. Ini mengakibatkan dicabutnya ni’mat Allah akibat perubahan tingkah manusia itu sendiri, dari baik menjadi tidak baik.
Dari sisi lain, praktek tiruan dari pribadi pendukung maksiat, diprogramkan pula kepada masyarakat,ada yang mencontohkan, ada yang memang peraturan, ada yang merupakan pilihan sendiri misalnya tentang seragam para wanita penjaga market, mall, SPG, customer service, sekretaris dan tempat bekerja lainnya dengan ala modern / jahiliyah. Terlihatlah imbas dari budaya tersebut.
Budaya jahiliyah itu jelas akan menjerumuskan manusia ke neraka. Sedangkan Allah Subhannahu wa Ta'ala memerintahkan kita agar menjaga diri dan keluarga dari api Neraka. Firman Allah:
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS At-Tahriim: 6).
Kenapa masyarakat tidak dapat membedakan kebaikan dan keburukan? Karena “guru utama mereka” adalah televisi. Sedang program-program televisi adalah menampilkan aneka macam yang campur aduk.  Kebohongan ini kemudian dilanjutkan dengan acara tentang ajaran kebaikan, nasihat atau pengajian agama. Lalu ditayangkan lagi dengan film-film fulgar merusak akhlaq, merusak aqidah, dan menganjurkan kesadisan. Lalu ditayangkan aneka macam perkataan orang dan berita-berita. Sehingga, para penonton lebih-lebih anak-anak tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Masyarakat pun demikian. Hal itu berlangsung setiap waktu, sehingga dalam tempo sekian tahun, manusia Muslim yang tadinya mampu membedakan yang haq dari yang batil, berubah menjadi manusia yang berfaham menghalalkan segala cara, permissive atau ibahiyah, apa-apa boleh saja.   
Dengan mencampur adukkan antara yang benar dengan yang batil secara terus menerus, akibatnya mempengaruhi manusia untuk tidak menegakkan yang haq/ benar dan menyingkirkan yang batil. Kemudian berakibat tumbuhnya jiwa yang membolehkan kedua-duanya berjalan, akibatnya lagi, membolehkan tegaknya dan merajalelanya kebatilan, dan akibatnya pula menumbuhkan jiwa yang berpandangan serba boleh. Dan terakhir, tumbuh jiwa yang tidak bisa lagi membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Lantas, kalau sudah tidak mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang haq dan mana yang batil, lantas keimanannya di mana?  Inilah langkah pengaburan umat, sebagai tipu halus mereka.
Menipisnya keimanan itulah bencana yang paling parah yang menimpa ummat Islam dari proyek besar-besaran dan sistimatis serta terus menerus yang diderakan kepada ummat Islam sedunia. Yaitu proyek mencampur adukkan antara kebaikan dan keburukan lewat aneka tayangan. Lantas apa upaya untuk membentengi keimanan kita ?
Terdapat dalam Firman Allah Swt. :
“Dan janganlah kamu campur adukkan yang haq dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang haq itu sedang kamu mengetahui.” (QS Al-Baqarah: 42).
Dalam tafsir Ibnu Katsir, menyebutkan bahwa : Umar Ibnul khattab Radhiallaahu anhu. Bertanya kepada Ubai Ibnu Ka’ab Radhiallaahu anhu, maka berkatalah ubai kepada umar :  Pernahkah engkau melewati jalan yang berduri ?”  “Ya, Pernah”. Jawab Umar.
Ubai bertanya lagi: “Apa yang anda lakukan saat itu?”.
Umar menjawab:
“Saya akan berjalan dengan sungguh-sungguh dan berhati-hati sekali agar tak terkena dengan duri itu”.
Lalu Ubai berkata: “Itulah TAQWA”.
Itulah kuncinya.  Taqwa sebagai bukti keimanan dan lebih cinta untuk taat kepada Allah swt.  Taat dalam firmanNya maupun sunnah dari Nabi SAW.  Juga taqwa kita, yang bisa membuat kita sadar, dan memberikan acuan prinsip kita dalam menyikapi segala hal.  Termasuk fakta diatas.  Ketaqwaan kita mampu menjadi filter dalam mengambil tindakan.  Taqwa yang menundukkan kita kepada perintah Allah swt.  Dan membuat malu diri kita ketika akan berbuat atau menemui hal yang maksiat.  Sehingga pendidikan ketaqwaan lah yang seharusnya kita tanamkan, kita contohkan, dan kita amalkan sebagai pembentengan iman setiap individu.  Menjadilah diri Anda sendiri, sebagai muslim tanpa terimbas percontohan buruk dari lingkungan atau tayangan budaya.
Be your self  with godfearing to Allah swt.  Amiin.
Wallahu ’alam bisshowab.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.














Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Hindari Bernafas Ketika Minum
(( عن ثمامة بن عبد الله، قال: كان أنس بن مالك رضي الله تعالى عنه يتنفس في الإناء مرتين أو ثلاثة مرات، وزعم أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يتنفس ثلاثا )) صحيح البخاري، في الأشربة 5631
Dari Tsumamah bin Abdullah, "Dahulu Anas bin Malik radhiyallahu ta'alaa anhu pernah bernafas di dalam bejana dua kali atau tiga kali, dan dia mengira Nabi Shallallahu alaihi wa sallam pernah melakukan hal itu (HR. Bukhari, No. 5631)
Sebagian ulama mengatakan, "Larangan bernafas di dalam bejana ketika minum sama seperti larangan ketika makan dan minum, sebab hal itu bisa menyebabkan keluarnya ludah sehingga bisa mempengaruhi kebersihan air minum tersebut. Dan keadaan ini apabila dia makan dan minum dengan orang lain. Adapun bila ia makan sendirian atau bersama keluarganya atau dengan orang yang tidak terganggu dengan caramu tersebut, maka hal itu tidak mengapa." Aku ( Imam Ibn Hajar Al-Asqalani) berkata, "Dan yang lebih bagus adalah memberlakukan larangan hadits Nabi tersebut, sebab larangan itu bukan untuk menghormati orang yang layak dihormati ataupun untuk mendapat penghargaan dari orang lain.  Berkata Imam Al-Qurthubi, "Makna larangan itu adalah agar bejana dan air tersebut tidak tercemar dengan air ludah atau pun bau yang tidak sedap". Fat-hul Bari, 10/94.
Demikianlah penjelasan para ulama kita. Para pakar kontemporer pun telah berusaha mengorek hikmah atas larangan tersebut. Mereka mengatakan, "Ini adalah petunjuk yang indah yang diajarkan oleh Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wa sallam dalam menyempurnakan akhlaq. Dan apabila makan atau minum kemudian terpercik ludah keluar dari mulut kita, maka hal itu merupakan kekurangnya sopan santun kita, dan sebab munculnya sikap meremehkan, atau penghinaan. Dan Rasulullah adalah adalah penghulunya seluruh orang-orang yang santun dan pemimpinnya seluruh para pendidik.
Bernafas adalah aktivitas menghirup dan mengeluarkan udara; menghirup udara yang bersih lagi penuh dengan oksigen ke dalam paru-paru sehingga tubuh bisa beraktivitas sebagaimana mestinya; dan menghembuskan nafas adalah udara keluar dari paru-paru yang penuh dengan gas karbon dan sedikit oksigen, serta sebagian sisa-sisa tubuh yang beterbangan di dalam tubuh dan keluar melalui kedua paru-paru dalam bentuk gas. Gas-gas ini dalam persentase yang besar ketika angin dihembuskan, padanya terdapat sejumlah penyakit, seperti pada toksin air kencing.  Maka udara yang dihembuskan mengandung sisa-sisa tubuh yang berbentuk gas dengan sedikit oksigen. Dari hal ini kita mengetahui hikmah yang agung dari larangan Rasulullah; yaitu agar kita tidak bernafas ketika makan atau minum; akan tetapi yang dibenarkan adalah minum sebentar lalu diputus dengan bernafas di luar bejana, lalu minum kembali.
Pernahkah kita mengalami ” Tersedak ketika makan, atau ketika minum ? ”.  Itulah salah satunya, mengapa hindari bernafas ketika dalam keadaan tersebut.  Pada saat minum atau makan, secara tiba - tiba saja hendak berbicara, menyahuti pembicaraan teman semeja.  Bayangkan saja, bagaimana pada saat itu organ kita bekerja, yakni pada saat kita menelan air atau makanan, pada saat yang berbarengan pula kita mau bernafas.   Sudah barang tentu, akan membahayakan diri kita sendiri.  Ingat, jalurnya hanya 1, yaitu tenggorokan.   Baru dalam tenggorokan tersebut, dipisah mana khusus untuk udara bernafas, mana sebagai jalur masuknya makan dan minum kita.
Rasulullah memberikan wejangan tentang awal yang bagus dalam perintahnya tentang memutus minum dengan bernafas sebentar-sebentar. Sebagimana sudah kita ketahui, bahwa seorang yang minum 1 gelas dalam satu kali minuman akan memaksa dirinya untuk menutup/menahan nafasnya hingga ia selesai minum. Yang demikian karena jalur yang dilalui oleh air dan makanan dan jalan yang dilalui oleh udara akan saling bertabrakan, sehingga tidak mungkin seseorang akan bisa makan atau minum sambil bernafas secara bersama-sama. Sehingga tidak bisa tidak, ia harus memutus salah satu dari keduanya. Dan ketika seseorang menutup/menahan nafasnya dalam waktu lama, maka udara di dalam paru-paru akan terblokir, maka ia akan menekan kedua dinding paru-paru, maka membesar dan berkuranglah kelenturannya setahap demi setahap. Dan gejala ini tidak akan terlihat dalam waktu yang singkat. Akan tetapi apabila seseorang membiasakan diri melakukan ini (minum dengan menghabiskan air dalam satu kali tenggakan) maka ia akan banyak sekali meminum air, seperti unta, dimana paru-parunya selalu terbuka.  Maka paru-paru akan menyempitkan nafasnya manakala ia sedikit minum air, maka kedua bibirnya kelu dan kaku, dan demikian juga dengan kukunya. Kemudian, kedua paru-parunya menekan jantung sehingga mengalami dis-fungsi jantung (gagal jantung), kemudian membalik ke hati, maka hati menjadi membesar (membengkak), kemudian sekujur tubuh akan menggembur. Dan Demikianlah keadaannya, sebab kedua paru-paru yang terbuka merupakan penyakit yang berbahaya, sampai para dokter pun menganggapnya lebih berbahaya daripada kanker tenggorokan.
Dan Nabi Shallallahu alaihi wassallam tidak menginginkan seorangpun dari ummatnya sampai menderita penyakit ini. Oleh karena itu, beliau menasihati ummatnya agar meminum air seteguk demi seteguk (antara dua tegukan dijeda dengan nafas), dan meminum air 1 gelas dengan 3 kali tegukan, sebab hal ini lebih memuaskan rasa dahaga dan lebih menyehatkan tubuh  (Lihat Al-Haqa'iq Al-Thabiyyah fii Al-Islam, secara ringkas)
Wallahu ’alam bisshowab.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.











Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Kemunafikan Azaz H A M  Di Palestina
Saat ini penghormatan terhadap Hak-hak Asasi Manusia, masuk sebagai pokok-pokok utama yang juga sangat ditekankan didalam Piagam PBB dan Deklarasi Internasional HAM, Hak Kehidupan, Kemerdekaan, Keamanan, Kepemilikan, termasuk dasar-dasar utama Hak Asasi Manusia. Dari sini nampaknya dasar-dasar tersebut seharusnya dinyatakan sebagai fondasi hukum untuk pemeliharaan hak-hak Internasional. Akan tetapi walaupun dasar-dasar utama hak-hak asasi manusia, dan seluruh catatan-catatan politik telah dimuat disana, masih banyak kasus pelanggaran Hak-hak Asasi yang dapat disaksikan dengan jelas, yang terjadi didepan mata para pengaku pembela Hak Asasi Manusia tanpa memberikan reaksi sedikitpun terhadap semua itu.
Saat ini hak-hak rakyat muslim Palestina pendudukan, telah dilanggar dengan cara yang demikian itu. Penyiksaan, pembunuhan, penindasan dan pengusiran kaum muslimin dari kampung halaman mereka, perampasan dan pemanfaatan harta kekayaan dan tanah milik muslimin secara illegal, sejak perang bulan Juni 1967 hingga sekarang merupakan sebagian dari kasus-kasus nyata pelanggaran HAM oleh rezim zionis. Proses ini terutama setelah penandatanganan Perjajian Oslo, pada tanggal 13 September 1993 menjadi semakin memuncak. Menurut perjanjian yang diteken oleh PLO dan Rezim Zionis, masalah-masalah yang berkenaan dengan Baitul Maqdis, telah dilimpahkan keperundingan-perundingan tuntas untuk mencapai penyelesaian.
Akan tetapi pelimpahan masalah ini kepada perundingan-perundingan, ternyata mendatangkan hasil-hasil penting yang menguntungkan pihak zionis dan merugikan warga Palestina. Salah satu hasil penting peristiwa ini ialah bahwa delegasi-delegasi perwakilan politik baru Palestina dan pemerintahan otonomi, serta Dewan Pembentuk undang-undang Palestina, terhalang untuk memiliki segala bentuk perwakilan sehubungan dengan HAM di Baitul Maqdis. Hasil penting lain masalah ini ialah bahwa rezim zionis, dengan menggunakan kesempataan yang ada, melakukan perubahan-perubahan struktur sosial dan bangunan kota Baitul Maqdis ; yaitu dengan menjalani politik-politik yang sudah diatur rapi sebelumnya, rezim zionis berusaha mengusir warga Palestina dari bagian Timur Baitul Maqdis, dan menempatkan warga yahudi sebagai gantinya. Para pemimpin politik zionis pun dalam rangka mendukung rencana tersebut, memberlakukan aksi-aksi penumpasan dengan sangat hebat terhadap warga Palestina Baitul Maqdis. Didalam acara-acara yang akan kami sajikan untuk anda setiap Malam Selasa, kami akan sampaikan informasi-informasi yang lebih lengkap untuk anda, untuk itu langsung saja marilah kita ikuti sajian pertama kami ini .
Sebagaimana yang anda ketahui Hak-hak Asasi Manusia yang paling jelas dan yang paling alami, ialah bahwa setiap orang dapat hidup bebas dinegaranya sendiri, mereka bekerja, berusaha, sampai meninggal dengan tenang ditempatnya sendiri. Akan tetapi hari ini sudah hampir 50 tahun, dengan segala kekejaman Rezim Zionis telah merampas hak yang paling mendasar ini dari rakyat Palestina. Dengan merampas tanah air muslimin, dan menempatkan kaum yahudi ditanah tersebut, maka secara nyata rezim zionis telah melanggar ketetapan Jenewa, yang sudah dikenal sebagai salah satu dari dasar-dasar Hak-hak Asasi Manusia.
Didalam materi 49 ketetapan ke 4 Jenewa bulan Agustus 1949 disebutkan : kekuatan penjajah tidak berhak memindahkan sebagian dari warganya sendiri ketanah-tanah yang ia jajah, dan menempatkan mereka disana. Padahal langkah-langkah rezim zionis menunjukkan bahwa setelah Perang 6 hari pada tahun  1967, rezim zionis selalu melakukan perampasan-perampasan tanah muslimin dan mendirikan kawasan-kawasan pemukiman ditanah-tanah pendudukan secara terus menerus. Berdasarkan catatan yang ada dalam hal ini, sejak perang enam hari hingga sekarang, 60 % tanah-tanah ditepi barat sungai yordan, 30 % tanah-tanah dijalur Gaza, dan sebagian Baitul Maqdis Timur serta kawasan sekitarnya, telah dirampas oleh rezim zionis untuk mendirikan kawasan-kawasan pemukiman yahudi.
Politik semacam ini, dilaksanakan oleh rezim zionis dengan lebih serius lagi sejak penanda tanganan Perjanjian Oslo tanggal 13 September 1993. Dari situasi yang muncul di Baitul Maqdis, dapat kita simpulkan bahwa dikawasan dunia ini aksi-aksi pembersihan etnis sedang berlangsung. Hal ini merupakan sebuah penekanan lain akan adanya politik Resialisme Rezim Zionis, suatu politik yang merupakan dasar bagi seluruh kebijaksanaan dan penyusunan program rezim zionis. Akan tetapi sebagaimana yang disaksikan oleh penduduk dunia seluruhnya, Amerika dan Badan-badan yang selama ini mengaku sebagai pembela  Hak-hak Asasi Manusia, menutup mata mereka rapat-rapat didepan pelanggaran-pelanggaran nyata, yang dilakukan dengan cara yang amat kejam terhadap Hak-hak Rakyat Muslim Palestina.
Wallahu ’alam bisshowab.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.












Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Takjub Alam
” NASA  :  Bentuk Jagad Raya Seperti Terompet Sangkakala ”
May 17, 2011
“Sebelum kiamat datang, apa yang sekarang di lakukan oleh malaikat Isrofil?” Mungkin yang ada di benak kita malaikat Isrofil itu seperti sesosok seniman yang asyik mengelap terompet kecilnya sebelum tampil diatas panggung. Sebenarnya seperti apa sih terompetnya atau yang biasa juga dikenal dengan sangkakala malaikat Isrofil itu?
Sekitar enam tahun silam sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Prof. Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman melakukan observasi terhadap alam semesta untuk menemukan bentuk sebenarnya dari alam semesta raya ini sebab prediksi yang umum selama ini mengatakan bahwa alam semesta berbentuk bulat bundar atau prediksi lain menyebutkan bentuknya datar saja.
Menggunakan sebuah peralatan canggih milik NASA yang bernama “Wilkinson Microwave Anisotropy Prob” (WMAP), mereka mendapatkan sebuah kesimpulan yang sangat mencengangkan karena menurut hasil penelitian tersebut alam semesta ini ternyata berbentuk seperti terompet.
Di mana pada bagian ujung belakang terompet (alam semesta) merupakan alam semesta yang tidak bisa diamati (unobservable), sedang bagian depan, di mana bumi dan seluruh sistem tata surya berada merupakan alam semesta yang masih mungkin untuk diamati (observable).
Di dalam kitab Tanbihul Ghofilin Jilid 1 hal. 60 ada sebuah hadits panjang yang menceritakan tentang kejadian kiamat yang pada bagian awalnya sangat menarik untuk dicermati.
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda :
“Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada malaikat Isrofil, kemudian ia letakkan dimulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintah.
Saya bertanya : “Ya Rasulullah apakah sangkakala itu?”
Jawab Rasulullah : “Bagaikan tanduk dari cahaya.”
Saya tanya : “Bagaimana besarnya?”
Jawab Rasulullah : “Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutusku sebagai Nabi, besar bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali. Pertama : Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan). Kedua : Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan). Ketiga: Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).”
Dalam hadits di atas disebutkan bahwa sangkakala atau terompet malaikat Isrofil itu bentuknya seperti tanduk dan terbuat dari cahaya. Ukuran bulatannya seluas langit dan bumi. Bentuk laksana tanduk mengingatkan kita pada terompet orang-orang jaman dahulu yang terbuat dari tanduk.
Kalimat seluas langit dan bumi dapat dipahami sebagai ukuran yang meliputi/mencakup seluruh wilayah langit (sebagai lambang alam tak nyata/ghoib) dan bumi (sebagai lambang alam nyata/syahadah). Atau dengan kata lain, bulatan terompet malaikat Isrofil itu melingkar membentang dari alam nyata hingga alam ghoib.
Jika keshohihan hadits di atas bisa dibuktikan dan data yang diperoleh lewat WMAP akurat dan bisa dipertanggungjawabkan maka bisa dipastikan bahwa kita ini bak rama-rama yang hidup di tengah-tengah kaldera gunung berapi paling aktif yang siap meletus kapan saja.
Dan Allah telah mengabarkan kedahsyatan terompet malaikat Isrofil itu dalam surah An Naml ayat 87 :
“Dan pada hari ketika terompet di tiup, maka terkejutlah semua yang di langit dan semua yang di bumi kecuali mereka yang di kehendaki Allah. Dan mereka semua datang menghadapNya dengan merendahkan diri.”
Makhluk langit saja bisa terkejut apalagi makhluk bumi yang notabene jauh lebih lemah dan lebih kecil. Pada sambungan hadits di atas ada sedikit preview tentang seperti apa keterkejutan dan ketakutan makhluk bumi kelak.
“Pada saat tergoncangnya bumi, manusia bagaikan orang mabuk sehingga ibu yang mengandung gugur kandungannya, yang menyusui lupa pada bayinya, anak-anak jadi beruban dan setan-setan berlarian.”
Ada sebuah pertanyaan yang menggelitik, jika terompetnya saja sebesar itu, lalu sebesar apa si peniupnya dan lebih dashsyat lagi, bagaimana dengan Sang Penciptanya? Allahu Akbar!
Wallahu ’alam bisshowab.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.











Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Menengok Jendela Keadilan HAM di Palestina
*****************************
Bagian II
Pendudukan Baitul Maqdis Timur oleh Yahudi adalah salah satu contoh nyata pelanggaran terhadap hukum internasional. Rezim ini sejak lebih dari 50 tahun lalu, dengan cara paksa berusaha mengambil wilayah seluruh Baitul Maqdis Timur yang merupakan kawasan suci bagi ummat muslimin sedunia. Pada tahun 1967, rezim Zionis meratifikasi undang-undang penggabungan bagian timur Baitul Maqdis dengan beberapa kawasan di Tepi Barat kepada Yahudi.
Walikota Zionis di Baitul Maqdis memperoleh ijin untuk memperluas batas-batas kekuasaannya lebih besar daripada batas-batas yang telah ditentukan sebelumnya. Sebuah sumber Palestina menjelaskan, langkah-langkah rezim Zionis dalam hal ini sebagai berikut : Sejak tahun 1967 hingga sekarang, rezim Zionis telah merampas lebih luas dari  24 kilometer persegi, jadi sepertiga dari tanah Baitul Maqdis Timur, dan menjadikannya sebagai kawasan khusus untuk tempat tinggal warga yahudi. Padahal sebelumnya lebih dari  80 % kawasan ini adalah milik warga muslim Palestina.
Tentunya, rezim Zionis sedang berusaha agar di masa depan, akan dapat menguasai seluruh Baitul Maqdis. Perampasan tanah, penghancuran rumah-rumah, pembatalan surat-surat identitas dan berbagai cara lainnya yang telah diprogram, merupakan bagian dari aksi rezim Zionis yang mereka berlakukan terhadap penduduk bagian timur Baitul Maqdis. Dengan menerapkan politik-politik seperti ini, rezim Zionis sedang berusaha memperkuat cengkeraman warga Yahudi terhadap Baitul Maqdis, dan mencegah perkembangan jumlah penduduk muslimin dan nasrani. Dengan cara ini pula mereka akan memandulkan tuntutan-tuntutan masa depan warga Palestina berkenaan dengan bagian timur Baitul Maqdis.
Bukti-bukti tercatat mendukung pernyataan ini dengan sangat baik. Sesuai dengan data yang telah diumumkan, sejak tahun 1967 sampai  1993 penduduk warga Palestina menurun 144 % sementara jumlah penduduk warga Yahudi naik 105 %. Politik rasialisme rezim Zionis merupakan faktor utama pengusiran dan pengungsian sejumlah besar warga Palestina dari rumah-rumah dan kota-kota mereka. Salah satu politik rezim Zionis berkenaan dengan ini ialah pemaksaan terhadap warga Palestina untuk pindah dari Tepi Barat Baitul Maqdis ke kawasan-kawasan lain.
Dalam hal ini para pejabat rezim Zionis, menerapkan hukuman-hukuman berat kepada warga Palestina yang tidak memiliki ijin resmi tinggal di Baitul Maqdis. Berdasarkan aturan ini, keluarga Palestina yang sebagian anggota keluarganya berada di luar Baitul Maqdis, maka mereka samasekali tidak akan dapat bergabung untuk hidup bersama-sama di Baitul Maqdis. Jika mereka masih tetap ingin hidup bersama, maka mereka yang sebelumnya hidup di Baitul Maqdis harus keluar dan bergabung dengan anggota keluarganya yang lain. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun  1993, jumlah warga Palestina yang terpaksa keluar meninggalkan rumah-rumah mereka, ialah sebagai berikut : sekitar 17 ribu warga Palestina penduduk bagian timur Baitul Maqdis telah keluar dari Palestina pendudukan. Sekitar 12 ribu warga Palestina terpaksa tinggal di luar kawasan Baitul Maqdis Timur. Dan sekitar 13 ribu orang terpaksa tinggal di luar kawasan Baitul Maqdis, yaitu di bagian utara ujung kota ini tanpa memperoleh fasilitas hidup yang paling mendasar sekalipun.
Selain itu untuk meningkatkan jumlah warga Zionis di Baitul Maqdis Timur, sebelum dimulainya perundingan-perundingan dengan PLO, sejumlah besar warga Palestina mereka paksa menerima kartu identitas Yahudi. Warga Palestina yang bersedia menerima kewarganegaraan Yahudi, akan menerima berbagai fasilitas hidup yang menyenangkan, seperti jaminan keamanan, kebebasan pulang pergi, bantuan keuangan, jaminan sosial, kesehatan, asuransi dan sebagainya. Akan tetapi sebagian besar warga Palestina menolak menerima kartu identitas sebagai warga Yahudi itu. Karena menerima hal itu berarti menyatakan kesetiaan terhadap rezim Zionis.
Wallahu ’alam bisshowab.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

































Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Kemunafikan Azaz H A M  Di Palestina
Bagian I
Saat ini penghormatan terhadap Hak-hak Asasi Manusia, masuk sebagai pokok-pokok utama yang juga sangat ditekankan didalam Piagam PBB dan Deklarasi Internasional HAM, Hak Kehidupan, Kemerdekaan, Keamanan, Kepemilikan, termasuk dasar-dasar utama Hak Asasi Manusia. Dari sini nampaknya dasar-dasar tersebut seharusnya dinyatakan sebagai fondasi hukum untuk pemeliharaan hak-hak Internasional. Akan tetapi walaupun dasar-dasar utama hak-hak asasi manusia, dan seluruh catatan-catatan politik telah dimuat disana, masih banyak kasus pelanggaran Hak-hak Asasi yang dapat disaksikan dengan jelas, yang terjadi didepan mata para pengaku pembela Hak Asasi Manusia tanpa memberikan reaksi sedikitpun terhadap semua itu.
Saat ini hak-hak rakyat muslim Palestina pendudukan, telah dilanggar dengan cara yang demikian itu. Penyiksaan, pembunuhan, penindasan dan pengusiran kaum muslimin dari kampung halaman mereka, perampasan dan pemanfaatan harta kekayaan dan tanah milik muslimin secara illegal, sejak perang bulan Juni 1967 hingga sekarang merupakan sebagian dari kasus-kasus nyata pelanggaran HAM oleh rezim zionis. Proses ini terutama setelah penandatanganan Perjajian Oslo, pada tanggal 13 September 1993 menjadi semakin memuncak. Menurut perjanjian yang diteken oleh PLO dan Rezim Zionis, masalah-masalah yang berkenaan dengan Baitul Maqdis, telah dilimpahkan keperundingan-perundingan tuntas untuk mencapai penyelesaian.
Akan tetapi pelimpahan masalah ini kepada perundingan-perundingan, ternyata mendatangkan hasil-hasil penting yang menguntungkan pihak zionis dan merugikan warga Palestina. Salah satu hasil penting peristiwa ini ialah bahwa delegasi-delegasi perwakilan politik baru Palestina dan pemerintahan otonomi, serta Dewan Pembentuk undang-undang Palestina, terhalang untuk memiliki segala bentuk perwakilan sehubungan dengan HAM di Baitul Maqdis. Hasil penting lain masalah ini ialah bahwa rezim zionis, dengan menggunakan kesempataan yang ada, melakukan perubahan-perubahan struktur sosial dan bangunan kota Baitul Maqdis ; yaitu dengan menjalani politik-politik yang sudah diatur rapi sebelumnya, rezim zionis berusaha mengusir warga Palestina dari bagian Timur Baitul Maqdis, dan menempatkan warga yahudi sebagai gantinya. Para pemimpin politik zionis pun dalam rangka mendukung rencana tersebut, memberlakukan aksi-aksi penumpasan dengan sangat hebat terhadap warga Palestina Baitul Maqdis.
Sebagaimana yang anda ketahui Hak-hak Asasi Manusia yang paling jelas dan yang paling alami, ialah bahwa setiap orang dapat hidup bebas dinegaranya sendiri, mereka bekerja, berusaha, sampai meninggal dengan tenang ditempatnya sendiri. Akan tetapi hari ini sudah hampir 50 tahun, dengan segala kekejaman Rezim Zionis telah merampas hak yang paling mendasar ini dari rakyat Palestina. Dengan merampas tanah air muslimin, dan menempatkan kaum yahudi ditanah tersebut, maka secara nyata rezim zionis telah melanggar ketetapan Jenewa, yang sudah dikenal sebagai salah satu dari dasar-dasar Hak-hak Asasi Manusia.
Didalam materi 49 ketetapan ke 4 Jenewa bulan Agustus 1949 disebutkan : kekuatan penjajah tidak berhak memindahkan sebagian dari warganya sendiri ketanah-tanah yang ia jajah, dan menempatkan mereka disana. Padahal langkah-langkah rezim zionis menunjukkan bahwa setelah Perang 6 hari pada tahun  1967, rezim zionis selalu melakukan perampasan-perampasan tanah muslimin dan mendirikan kawasan-kawasan pemukiman ditanah-tanah pendudukan secara terus menerus. Berdasarkan catatan yang ada dalam hal ini, sejak perang enam hari hingga sekarang, 60 % tanah-tanah ditepi barat sungai yordan, 30 % tanah-tanah dijalur Gaza, dan sebagian Baitul Maqdis Timur serta kawasan sekitarnya, telah dirampas oleh rezim zionis untuk mendirikan kawasan-kawasan pemukiman yahudi.
Politik semacam ini, dilaksanakan oleh rezim zionis dengan lebih serius lagi sejak penanda tanganan Perjanjian Oslo tanggal 13 September 1993. Dari situasi yang muncul di Baitul Maqdis, dapat kita simpulkan bahwa dikawasan dunia ini aksi-aksi pembersihan etnis sedang berlangsung. Hal ini merupakan sebuah penekanan lain akan adanya politik Resialisme Rezim Zionis, suatu politik yang merupakan dasar bagi seluruh kebijaksanaan dan penyusunan program rezim zionis. Akan tetapi sebagaimana yang disaksikan oleh penduduk dunia seluruhnya, negara – negara besar, negara adidaya, negara berkembang dan Badan-badan yang selama ini mengaku sebagai pembela  HAM, menutup mata mereka rapat-rapat didepan pelanggaran-pelanggaran nyata, yang dilakukan dengan cara yang amat kejam terhadap Hak-hak Rakyat Muslim Palestina.
Wallahu ’alam bisshowab.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.












Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Kebaikan Perintah Sujud Terhadap Tubuh
Salah satu hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. Muhammad Dhiyaa'uddin Hamid, dosen jurusan biologi dan ketua departemen radiasi makanan di lembaga penelitian teknologi radiasi menyebutkan bahwa jika seseorang diantara kita sedang sakit kepala atau salah satu jenis sakit keanehan perilaku berupa mudah marah, gelisah, takut, dll. maka sujud adalah solusinya.  Dengan sujud akan terlepas segala penyakit nervous dan penyakit kejiwaan lainnya.
Telah diketahui bahwasannya manusia apabila mengalami kelebihan dosis dalam radiasi, dan hidup di lingkungan tegangan listrik atau medan magnet, maka hal itu akan berdampak kepada badannya, akan bertambah kandungan elektrik di dalam tubuhnya. Oleh karena itu, Dr. Dhiyaa' mengatakan bahwa sesungguhnya sujud bisa menghilangkan zat-zat atau pun hal-hal yang menyebabkan sakit.
Pembahasan Seputar Organ Tubuh
Dia adalah salah satu organ tubuh... dan dia membantu manusia dalam merasakan lingkungan sekitar, dan berinteraksi dengan dirinya, dan itulah tambahan dalam daerah listrik dan medan magnet yang dihasilkan oleh tubuh menyebabkan gangguan dan merusak fungsi organ tubuh sehingga akhirnya mengalami penyakit modern yang disebut dengan "perasaan sumpeg", kejang otot, radang tenggorokan, mudah capek/lelah, stress, sampai sering lupa, migrant, dan menjadi semakin parah apabila tidak ada usaha untuk menghindari penyebab semua ini.
Solusinya ? ?
Dengan mengikuti sesuatu yang diridhai untuk mengeliminir hal itu yaitu dengan bersujud kepada Satu-satunya Dzat yang Maha Esa sebagaimana kita sudah diperintah.  Sujud itu dimulai dengan menempelkan dahi ke bumi (lantai). Maka di dalam sujud akan mengalir ion-ion positif yang ada di dalam tubuh ke bumi (sebagai tempat ion-ion negatif). dan seterusnya sempurnalah aktivitas penetralisiran dampak listrik dan magnet. Lebih khusus lagi ketika sujud dengan menggunakan 7 anggota badan (dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua kaki) maka dalam posisi ini sangat memudahkan bagi kita menetralisir dampak listrik dan magnet.
Diketahui selama penelitian, agar semakin sempurna proses penetralisiran dampak tersebut, maka sujud harus menghadap ke Makkah (Masjid Ka'bah), yaitu aktivitas yang kita lakukan di dalam shalat (qiblat).
Mengapa ? ?  Karena diketahui Makkah adalah sebagai pusat bumi di alam semesta. Dan penelitian semakin jelas bahwa menghadap ke Makkah ketika sujud adalah tempat yang paling utama untuk menetralisir manusia dari hal-hal yang mengganggu fikirannya dan membuat rileks.
Subhanallah,  hasil riset pengetahuan yang menakjubkan.
Wallahu ’alam bisshowab.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


Assalamu’alaikum Wr. Wb.
“ SEJARAH PERAYAAN TAHUN BARU .... ? ? “
Pesta Terompet  ……….         Pesta Kembang Api ..................  
Dwir.... dwar....  dwor.....    Preett.......      Preeeeeeetttttt............  Prrrereeereeereeerreeettttttttttt................. 
Bunyi kembang api bersahutan bersamaan bunyi terompet.  Pesta Jagung Bakar Tahun baru  diambang pintu, berbagai macam acara dan kegiatan dilakukan untuk menyambutnya. Memperingati pergantian tahun ini sudah menjadi hal biasa bagi setiap orang. Nah, bagi kita yang muslim perlu untuk melihat kembali tuntunan dalam Al-Qur’an terhadap perayaan ini.
Darimana Munculnya Perayaan Tahun Baru di dalam Sejarah ?
Dahulu kaum pagan Persia yang beragama Majūsî (penyembah api), menjadikan tanggal 1 Januari sebagai hari raya mereka yang dikenal dengan hari Nairuz atau Nurus. Peringatan tahun baru ( New Year Anniversary ) ini jelas merupakan syiar kaum kuffâr. Penyebab mereka menjadikan hari tersebut sebagai hari raya adalah, ketika Raja mereka, 'Tumarat' wafat, ia digantikan oleh seorang yang bernama 'Jamsyad', yang ketika dia naik tahta ia merubah namanya menjadi 'Nairuz' pada awal tahun. 'Nairuz' sendiri berarti tahun baru.  Kaum Majūsî juga meyakini, bahwa pada tahun baru itulah, Tuhan menciptakan cahaya sehingga memiliki kedudukan tinggi.
Kisah perayaan mereka ini direkam dan diceritakan oleh al-Imâm an-Nawawî dalam buku Nihâyatul 'Arob dan al-Muqrizî dalam al-Khuthoth wats Tsâr. Di dalam perayaan itu, kaum Majūsî menyalakan api dan mengagungkannya –karena mereka adalah penyembah api. Kemudian orang-orang berkumpul di jalan-jalan, halaman dan pantai, mereka bercampur baur antara lelaki dan wanita, saling mengguyur sesama mereka dengan air dan khomr (minuman keras). Mereka berteriak-teriak dan menari-nari sepanjang malam. Orang-orang yang tidak turut serta merayakan hari Nairuz ini, mereka siram dengan air bercampur kotoran.  Semuanya dirayakan dengan kefasikan dan kerusakan.
Kemudian, sebagian kaum muslimin yang lemah iman dan ilmunya tidak mau kalah. Mereka bagaikan kaum Nabî Mūsâ dari Banî Isrâ`il yang setelah Allah selamatkan dari pasukan Fir'aun dan berhasil melewati samudera yang terbelah, mereka berkata kepada Mūsâ 'alaihis Salâm untuk membuatkan âlihah (sesembahan-sesembahan) selain Allôh, sehingga Mūsâ menjadi murka kepada mereka. Sebagian kaum muslimin di zaman ini turut merayakan perayaan tahun baru Masehi ini.
Pesta tahun baru sendiri, terdapat juga pada syi’arnya kaum Yahūdî, yang mereka sebut dengan awal Hisya atau pesta awal bulan, yaitu hari pertama tasyrîn, yang mereka anggapsama dengan hari raya 'Idul Adhhâ-nya kaum muslimin. Mereka mengklaim bahwa pada hari itu, Allah memerintahkan Ibrâhîm untuk menyembelih Ishâq 'alaihis Salâm yang lalu ditebus dengan seekor kambing yang gemuk.  Sungguh ini adalah sebuah kedustaan yang besar.  Karena sebenarnya yang diperintahkan oleh Allah untuk disembelih adalah Ismâ'îl bukan Ishâq 'alaihimâs Salâm. Karena sejarah mencatat bahwa Ismâ'îl adalah lebih tua daripada Ishâq dan usia Ibrâhîm pada saat itu adalah 99 tahun. Mereka melakukan tahrîf (penyelewengan fakta) semisal ini.  Karena mereka tahu bahwa Ismâ'îl adalah nenek moyang orang 'Arab sedangkan Ishâq adalah nenek moyang mereka.
Mereka berkumpul pada malam awal tahun Mîlâdîyah. Dalam perayaan ini mereka melakukan do`a dan upacara khusus dan hingga tengah malam. Mereka habiskan malam mereka dengan menyanyi-nyanyi, menari-nari, makan-makan dan minum-minum sampai menjelang detik-detik akhir pukul 12 malam. Lampu-lampu dimatikan 5 menit. Semuanya diatur. Kadang-kadang mereka saling tidak mengenal.  Mereka memadamkan lampu itu bukannya untuk menutupi aib, namun untuk menggambarkan akhir tahun mulainya tahun baru.
Kini, perayaan ini telah menjadi suatu trend mark tersendiri. Muda, tua, pria, wanita, anak-anak, dewasa, muslim atau bukan, semuanya berkumpul untuk merayakan tahun baru. Segala bentuk acara untuk menyambut perayaan ini bermacam-macam. Ada yang sarat dengan kesyirikan, ada lagi yang sarat dengan kemaksiatan dan kefasikan.
Yang sarat dengan kesyirikan seperti, Segala paranormal berkumpul dan memberikan ramalan tentang awal tahun, baik dan buruknya. Sebagian lagi ada yang nyepi ke gunung-gunung atau tempat keramat untuk mencari 'wangsit' alias ilham dari setan semacam Pesugihan. 
Mulai dari pentas musik akhir tahun yang menghadirkan acara TV dan pentas – pentas hiburan dengan wanita atau laki – laki dengan pakaian tidak mendidik, yang menurunkan nilai diri mereka sendiri dengan menari, bergoyang ala orang mabuk, kesurupan dan mencontohkan moral tak bagus, sampai ada orang yang sambilan minum minuman keras, pesta menghabiskan uang untuk maksiat. Pergi dengan Non mahram, berparas - paras cantik dan tampan untuk diperlihatkan orang, banyak berdandan buka aurat, keluar larut malam, dan hal lain yang bisa terjadi di luar sana.  Sayang sekali menghiasi nikmat waktu yang diberikan Allah swt dengan kemungkaran.  Masehi adalah tahun yang berisi bulan – bulan umum, sedangkan hijriah adalah tahun yang berisi bulan – bulan orang islam.
Adakah Hukum Yang Mengatur Tentang Perayaan Tahun Baru Masehi ini ?
Mari kita menelaah kembali al-Qur`an dan Hadits-hadits Rasulullah serta kitab-kitab para ulama. yakni perayaan tersebut jelas diluar dari tuntunan dari Rasul dan sahabat.  Itu adalah perayaan yang dilakukan sendiri oleh orang kuffar. Dalam kata lain hal itu adalah bagian dari ritual nya mereka. Sehingga kita umat islam, tidak pernah diajarkan dalam al-qur’an dan hadist untuk ikut serta perayaan budaya dari mereka.  Disamping itu terdapat dalil yang menyatakan hukumnya haram karena termasuk dalam ber-tasyabbuh 'alal Kuffâr (mengikut amalan nya orang kuffâr).
Syaikhul Islâm Ibnu Taimîyah rahimahullâh menulis sebuah kitâb khusus dan lengkap dalam Bab Tasyabbuh tersebut.  Tentang larangan menyerupai kaum kuffâr, terutama yang berkaitan dengan hari-hari raya dan ritual ibadah mereka yang berjudul Iqtidhâ` ash-Shirâthal Mustaqîm li Mukhâlafati Ashhâbil Jahîm. Beliau menyebutkan dan memaparkan dalîl-dalîlnya dari al-Qur`ân lebih dari 30 ayat dan lebih dari 100 hadîts berserta wajhu dilâlah (sisi pendalilannya), termasuk juga ijma' ulama, âtsâr dan i'tibâr-nya.
Allah Azza wa Jalla berfirman :  ”Dan orang-orang yang tidak menyaksikan kepalsuan, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.” (QS al-Furqân : 72)
Abūl 'Âliyah, Thôwus, Muhammad bin Sîrîn, adh-Dhohhâk, Rabî' bin Anas dan selain mereka, mengatakan bahwa maksud Lâ yasyhadūna biz Zūr adalah ( tidak ikut serta ) dalam perayaan kaum musyrikîn.   [Lihat : Tafsîr Ibnu Katsîr VI/130; lihat pula Iqtidhâ` I/80]
Terdapat Sabda Rasul :  ” Kalian pasti akan mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum kamu.  Hingga ketika mereka masuk ke lubang dhob (sejenis biawak yang hidup di gurun), kalian pasti ikut masuk juga. Para sahabat bertanya: ”wahai Rasulullah apakah yang engkau maksud itu orang-orang kuffar ? “ beliau menjawab: “siapa lagi kalau bukan mereka”.
Banyak hadits-hadits Rasulullah yang melarang kita tidak menyerupai orang kuffar dengan keikut sertaan pada amalan mereka. Karena Islam telah sempurna dan Allah telah mencukupkan bagi umat Islam dengan kebaikan yang digariskan. Oleh karena itu islam tidak lagi memerlukan penambahan dan contoh dari umat lain.
Tanpa disadari dengan menirunya kita pada hal – hal yang bukan ajaran kita ( islam ), akan berpengaruh kepada akidahnya sedikit – sedikit berubah dan bisa berpindah termasuk dalam golongan mereka.  Innalillahi wainna ilahi roji’un.
Seterusnya menghambur-hamburkan harta pada hal-hal yang dilarang oleh Allah. Perhatikanlah Sabda Rasulullah :
"Tidaklah kedua kaki seorang hamba bergerak pada hari kiamat, hingga ditanya tentang lima hal : tentang umurnya, untuk apa dihabiskan; tentang masa mudanya, untuk apa digunakan; tentang hartanya, darimana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan; dan apa yang diamalkan dari ilmu yang diketahuinya.” (at-Tirmidzi).
Dari ulasan singkat dan sederhana di atas, bahwa perayaan Tahun Baru merupakan :
1. Penyimpangan terhadap kaidah tuntunan islam
2. Mengikut sertakan diri menyerupai orang kuffâr di dalam perayaan mereka
3. Turut menghidupkan syiar mereka dan mengabaikan penjagaan kemulyaan yang di berikan Allah swt kepada kita
Buka mata dan hati, akan banyak keimanan, kehormatan dan kemuliaan nilai diri seseorang akan jatuh pada malam itu. Para pemuda dan pemudi tenggelam dalam buaian setan perayaan masehi tersebut.  Membuat amal dan ketaqwaan seseorang terenggut.
Mulai dari diri untuk menyelamatkan ketundukan kita kepada perintah Allah swt.  Menangkan diri dari godaan yang sebentar dan tak bernilai itu.  Sayangi anak, adik, keponakan, dan keluarga kita dari kebudayaan yang tidak di ridhoi Allah swt.  Amiin.
Wallahu ’alam bisshowab.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.





Assalamu’alaikum Wr. Wb.

BULAN SAFAR
        Bulan Safar adalah bulan kedua setelah Muharram, mengikut perkiraan kalendar Islam yang berdasarkan tahun Qamariah (perkiraan bulan mengelilingi bumi). Safar artinya kosong. Dinamakan Safar kerana dalam bulan ini orang-orang Arab sering meninggalkan rumah mereka menjadi kosong kerana melakukan serangan dan menuntut pembalasan ke atas musuh-musuh mereka.
Perkataan Safar ini bermaksud tiupan angin. Ketika nama tersebut mulai digunakan, kemungkinan yang ketika itu adalah waktu yang berangin. Safar juga menunjukkan yang masyarakat Arab ( badwi ) meninggalkan rumah mereka.

Antara peristiwa-peristiwa penting yang berlaku dalam sejarah Islam pada bulan ini ialah Peperangan Al-Abwa pada tahun kedua Hijrah, Peperangan Zi-Amin, tahun ketiga Hijrah dan Peperangan Ar-Raji (Bi'ru Ma'unah) pada tahun keempat Hijrah.    Di dalam bulan ini juga ada di kalangan umat Islam mengambil kesempatan melakukan perkara-perkara kufarat yang bertentangan dengan syariat Islam. Ini karena menurut kepercayaan turun-temurun adat orang Islam yang jahil, bulan Safar ini merupakan bulan turunnya bala bencana dan mala- petaka khususnya pada hari Rabu minggu terakhir. Oleh sebab itu setiap tahun mereka akan melakukan amalan-amalan karut sebagai cara untuk menolak bala yang dipercayai mereka itu.

    Antara amalan khurafat yang pernah muncul  ialah upacara Pesta Mandi Safar. Amalan ini menjadi popular suatu waktu dahulu. Apabila tiba bulan Safar, umat Islam terutamanya yang tinggal berhampiran dengan pantai atau sungai akan mengadakan upacara mandi beramai-ramai dengan kepercayaan perbuatan berkenaan boleh menghapuskan dosa dan menolak bala. Pada biasanya amalan mandi Safar ini dilakukan pada hari Rabu minggu terakhir dalam bulan Safar.

    Selain daripada amalan tersebut, kebanyakan umat Islam pada masa ini, khususnya orang-orang tua di negara ini menghindari mengadakan majlis perkahwinan dalam bulan Safar kerana mereka berpendapat dan mempercayai bahwa kedua-dua pengantin nanti tidak akan mendapat berkah. Amalan dan kepercayaan seperti itu jelas bercanggah dengan syariat Islam serta menyebabkan rusaknya akidah.

    Sebenarnya na’as atau bala bencana itu tidaklah berlaku hanya pada bulan Safar saja. Kepercayaan karut itu telah ditolak dan dilarang dengan oleh agama Islam sebagaimana firman Allah Subhanahu Wataala dalam Surah At-Taubah ayat 51 yang tafsirannya :  Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal."

Wallahu ’alam bisshowab.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.





Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ruqyah Syar’iyah - Terapi Gangguan Jin

Ruqyah Syar'iyah adalah sebuah terapi syar'i dengan cara pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an dan do'a-do'a perlindungan yang bersumber dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, yang dilakukan seorang muslim, baik dengan tujuan untuk penjagaan dan perlindungan diri sendiri atau orang lain dari pengaruh jahat pandangan mata (al-'ain) manusia dan jin, kerasukan, pengaruh sihir, gangguan kejiwaan, berbagai penyakit fisik dan lain-lain; Maupun dengan tujuan untuk pengobatan dan penyembuhan bagi orang yang terkena salah satu diantara jenis-jenis gangguan dan penyakit tersebut.
Terapi ini dalam pelaksanaannya harus murni semurni-murninya sesuai dengan batasan-batasan Syari'ah Islam yang berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Dan hal itu baik dalam kemurnian Aqidah, niat dan tujuan, muatan dan isi, maupun tata cara pelaksanaan. Jadi harus bersih sebersih-bersihnya dari unsur-unsur campuran yang tidak berdasar dan yang melanggar hukum Syara'.
Sebab – sebab kemasukan Jin :
-         Jin lelaki jatuh cinta kepada orang wanita dan sebaliknya.
-         Kedzaliman manusia thd jin (menumpahkan air panas sembarangan di tempat pembuangan, menimpa lubang tanah atau lowong bangunan dengan sesuatu )
-         Kedzaliman jin thd manusia (mengganggu tanpa sebab ). Jin tidak bisa menggangu manusia kecuali dlm 4 hal :
            a. Marah sekali
            b. Takut sekali
            c. Senantiasa bernafsu syahwat
            c. Lalai sekali
Macam – Macam Gangguan Jin
- Gangguan pd seluruh badan seperti kesurupan.
-
Gangguan pd bagian tertentu di badan spt : tangan, kaki dll
- Gangguan hanya beberapa menit. spt. Mimpi buruk
Bagaimana Jin bisa masuk ke dalam tubuh manusia ?
- Jin berujud udara sedangkan manusia memiliki pori-pori, dan jin bisa masuk dari mana saja dalam jasad manusia.
- Ketika jin masuk ke dalam jasad manusia, dia langsung menuju otak lalu dia bisa mempengaruhi bagian mana saja di antara anggota tubuh manusia.
Gejala Gangguan Jin
A.  Gejala pada waktu tidur  
- Susah Tidur Malam
- Cemas (sering terbangun pd waktu  tidur )
- Mimpi buruk (melihat sesuatu yg mengancam)
- Mimpi menyeramkan.
- Mimpi melihat binatang (Kucing,Anjing,Singa )
- Bunyi gigi geraham beradu
- Tertawa, menangis, berteriak, Merintih
- Berdiri dan berjalan
- Mimpi seolah-olah akan jatuh dr tempat tingi
- Mimpi berada di kuburan, tempat sampah, dll
- Mimpi melihat orang aneh (tinggi,pendek,putih)
- Mimpi melihat hantu.
B. Gejala Pada Waktu Jaga
   1. Selalu pusing (stres) yg tidak disebabkan  oleh  penyakit.
   2. Selalu Berpaling dr dzikrullah, Shalat dll
   3. Selalu Lesu dan Malas
   4. Linglung pikiran
   5. Kesurupan atau disebut sumbatan syaraf
   6. Sakit non medis
Penyakit disebabkan Pengaruh Sihir, Syaitan atau Jin :
·         Sihir perceraian
·         Sihir guna-guna
·         Sihir Hipnotis
·         Sihir gila
·         Sihir lesu
·         Sihir suara panggilan
·         Sihir penyakit
·         Sihir pendarahan
·         Sihir menghalangi sesuatu ( Rejeki, tamu, keinginan beribadah, dll. )
·         Sihir mandul atau susah hamil
Petunjuk Ruqyah Syariyyah :
1. Bacaannya berupa ayat Qur'an / do’a dr Rasulullah
2. Do'a yang dibacakan jelas dan diketahui maknanya.
3. Berkeyakinan bahwa ruqyah tidak berpengaruh dg sendirinya, tetapi dg izin Allah swt.             
4. Tidak minta tolong kepada selain Allah.
5. Tdk makai benda yg menimbulkan subhat & syirik.
6. Penanganan pasien lawan jenis hrs sesuai Syari'ah.
7. Roqi ( Peruqyah ) harus memiliki kebersihan aqidah, akhlak yg terpuji dan dan istiqamah dlm beribadah
Syarat Seorang Peruqyah ( Roqi )
  1. Beraqidah yg bersih, terang & jelas.
  2. Yakin bhw Qur’an berpengaruh thd jin/syetan
  3. Tahu seluk beluk Jin/syetan
  4. Tahu pintu-pintu masuknya jin/syetan
  5. Diutamakan sudah menikah
  6. Taat beribadah
  7. Menjauhi perbuatan yg dharamkan
  8. Senantiasa berdo’a,dzikir dan ikhlas
Cara Meruqyah  Tahap I :
  1. Membersihkan tempat, mengeluarkan gambar mahluk bernyawa, patung.
  2. Meminta pasien utk menyerahkan jimat, tumbal, benda keramat dll
  3. Mengosongkan tempat dr nyanyian & alat musik
  4. Mengosongkan tempat dr hal-hal yg melanggar syariat (spt.membuka aurat)
  5. Memberi pelajaran aqidah
  6. Menjelaskan tentang Ruqyah
  7. Mendiagnosa pasien.  Dg cara bertanya pd pasiaen spt :
            a. Apakan anda mimpi melihat hewan ?
            b. Apakah anda mimpi yg menyeramkan ?
            c. Apakah anda mimpi jatuh ?
            d.Apakah anda mimpi di tempat yg seram ?
8.   Berwudhu bagi pasien dan  peruqyah
 9.  Menutup aurat
10. Disertai muhrim
11. Mohon bantuan Allah Swt.
Cara Meruqyah Tahap II :
  1. Letakkan tangan di atas kepala pasien dan bacakan ayat – ayat ruqyah.
  2. Bila jin datang tanda-tandanya sbb:
            a. Berkedip dg kuat, memandang atau  melotot dg tajam.
            b. Tubuh bergetar dg kuat/ getar ringan pd ujung anggota badan.
            c. Berontak dg kuat.
            d. Berteriak dan memekik / menangis.
            e. Menjelaskan namanya.
     3. Mulailah menghadapinya dg pertanyaan
            a. Siapa namamu ?
             b. Apa agamamu ?
            c. Kenapa kau masuk ke dlm tubuh ini?
             d. Ada berapa temanmu ?
              e. Apakah ada yg menyuruhmu ?
             f. Dimana engkau berada dlm tubuh ini? 
Peralatan Meruqyah :
  1. Teks Ayat – ayat Ruqyah
  2. Mushaf Al-Qur’an
  3. Sarung Tangan
  4. Kantong Kresek
  5. Tissue
  6. Air Mineral ( Aqua )
Ayat – Ayat Ruqyah 
Semua ayat Al-Qur'an dapat dijadikan sebagai pelindung orang-orang yang beriman dari segala godaan syaitan dan sebagai obat dari segala penyakit akan tetapi ada beberapa ayat atau surat tertentu yang diajarkan Nabi yang dapat dijadikan sebagai Ruqyah untuk menangkal penyakit yang disebabkan oleh pengaruh sihir atau godaan Syaitan dan Jin.    
“Dan apabila kamu membaca Al-Qur'an niscaya kami adakan antara kamu dan antara orang–orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat suatu dinding (pelindung) yang tertutup” (QS. Al Isra : 45).  ”Dan kami turunkan dari Al-Qur'an itu sebagai Penyembuh dan Rahmat bagi orang-orang yang Mukmin, dan ia (Al-Qur'an) tidak menambah bagi orang-orang yang zhalim melainkan kerugian” (QS. Al Isra : 82) 
Ayat – ayat tentang perlindungan kepada Allah swt, antara lain : 
·         Al Muawwidzatain (An-Naas dan Al Falaq)
·         Al Fatihah
·         4 ayat diawal surat Al Baqarah
·         Al Baqarah ayat 163 dan 164
·         Ayat Kursi (Al Baqarah : 255)
·         3 ayat diakhir surat Al Baqarah
·         Ayat pertama surat Ali Imran
·         Ali Imran ayat 18
·         Al A’raf ayat 54
·         Al Mu’min ayat 116
·         Al Jin ayat 3
·         10 ayat diawal surat Ash- Shoffat
·         3 ayat diakhir surat Al Hijr
·         Yunus : 81
·         Al Anbiya : 70
·         Al Furqon : 23
·         Al A’rof : 118-119

Bagi kita yang sedikit mempunyai gejala – gejala di atas, bisa juga melakukan terapi ruqyah sendiri dengan sepenuh hati membaca ayat – ayat perlindungan kepada Allah swt, dan menjauhi hal – hal perbuatan syirik yang disukai syetan sebagai jalan masuk menguasai manusia.
Wallahu ’alam bisshowab.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar